jump to navigation

MENGENAL MILITER RUSSIA May 19, 2008

Posted by subpokrusia in Kabar dari Rusia.
trackback

Seperti banyak negara-negara di dunia adalah sudah menjadi kewajiban untuk para warga negara ikut serta di dalam program wajib militer demikian juga halnya dengan Russia. Untuk masa kini peraturan wajib militer di Russia telah berubah dimana pada peraturan yang lama ditetapkan wajib militer selama 2 tahun namun untuk masa kini hanya ditetapkan selama 1,5 Tahun, namun dalam keadaan tertentu negara memiliki hak untuk merubah peraturan tersebut apabila dipandang perlu.

Di Russia setiap anak laki-laki yang telah berusia 18-27 tahun harus mengikuti wajib militer dan itu wajib. Ada pun beberapa alasan yang dapat dipergunakan oleh seseorang untuk tidak ikut dalam program ini adalah, pertama berdasarkan pada kondisi kesehatan, dimana setiap wajib militer sebelum mengikuti pelatihan wajib militer akan di periksa catatan medisnya apakah dia cukup layak untuk turut dalam program ini atau tidak, dan apabila ternyata sehat maka nantinya para wajib militer itu akan segera turut dalam program dan ditempatkan pada posnya masing-masing.

Adapun alasan yang lain adalah apabila seseorang wajib militer masih dalam masa pendidikan, namun dalam hal tertentu hal ini dapat diacuhkan dan oleh karena itu pihak militer Russia juga telah menyiapkan para wajib militer untuk nantinya dapat mengikuti program pendidikan yang diselenggarakan oleh pihak militer. Alasan yang lain ialah bahwa wajib militer itu baru saja menyelesaikan pendidikan, dan alasan yang terakhir apabila wajib militer tersebut memiliki seorang anak yang berusia kurang dari 3 tahun maka diapun bebas.

Jika seseorang diterima didalam angkatan bersenjata maka dia akan melaksanakan tugasnya. Dalam Angkatan Bersenjata Russia terdapat Kekuatan Angkatan Udara, Penerbang Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Juga Battalion Zeni Konstruksi.

Pada saat seseorang wajib militer bergabung dalam Angkatan Darat Russia maka dia harus mengucapkan Janji, yang mana dia berjanji untuk melindungi tumpah darah (negara), mempertahankan konstitusi serta mempertahankan aturan-aturan yang ada di dalam dunia kemiliteran.

Setiap anggota Angkata Darat Russia memiliki tanda identitas. Tanda-tanda itu nantinya akan memberikan informasi yang jelas siapa mereka dan apa unit mereka, lambang-lambang itu ada yang berbentuk tanda pangkat di bahu, tanda di lengan baju (Badge), semua hal ini akan anda temui saat anda berpapasan dengan personil militer Russia. Adalah sangat mudah untuk mengenal pangkat seseorang di dalam angkatan bersenjata Russia, ini dapat dilihat pada banyaknya bintang di pundak serta perbedaan ukuran bintang-bintang tersebut juga berbeda. Pada bahu kanan baju tertera gambar dari Bendera Russia serta adanya tulisan Angkatan Bersenjata Russia baik itu Angkatan Darat, Laut ataupun Udara. Adapun lambang di dada kanan menunjukkan tanda jasa yang diterima.

Para prajurit nantinya akan ditempatkan di barak, mereka juga harus merawat barak mereka dimana untuk itu mereka telah diambil sumpah. Sebenarnya bagaimana sih kehidupan para prajurit sehari-hari?, yang umum adalah dalam kehidupan militer dipenuhi dengan perintah serta aba-aba seperti, Siap, Lapor dan yang lain-lain hal ini juga berlaku pada banyak angkatan bersenjata di negara-negara lain. Setiap pagi diawali dengan melakukan senam, setelah itu mereka harus membersihkan ruangan mereka sebelum nantinya akan dilakukan pemeriksaan setiap pagi, seluruh kerapian peralatan serta seragam juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut.

Tugas utama seorang prajurit sehari-hari dalam keadaan damai ialah berlatih secara keras dimana hal ini dibutuhkan agar mereka selalu berada dalam keadaan siaga untuk nantinya dapat ditugaskan dimanapun serta dalam keadaan apapun. Olah raga juga menjadi santapan sehari-hari, adapun pelatihan-pelatihan yang lain dapat diberikan dan semua perintah tersebut harus dilaksanakan. Kadangkala pihak militer juga melakukan pelatihan di malam hari, hal ini harus dilaksanakan agar para prajurit selalu berada dalam keadaan siap untuk ditugaskan walau itu di siang hari ataupun di malam hari.

Dalam beberapa hal seorang komandan pasukan dapat memberikan perintah kepada anak buahnya yang mana perintah itu harus segera dilaksanakan, dan dalam Angkatan Bersenjata Russia ada larangan untuk membicarakan jenis perintah yang diberikan.

Untuk urusan komsumsi maka dalam sehari akan dipersiapkan makan untuk pasukan 3 kali sehari, lalu ada juga waktu istirahat walau sebentar setelah selesai bersantap, sebagai contoh setelah makan malam akan diberikan waktu sekitar 30 menit tidak lebih. Pada saat istirahat tidak diperbolehkan ada kegiatan fisik atau memberikan latihan yang lain.

Setiap seminggu sekali ada kegiatan berjalan di malam hari. Saat melakukan jalan malam semua personel harus menyanyikan lagu-lagu perjuangan, setelah itu akan dilakukan apel malam pada semua personel dan setelah komandan pasukan memberikan perintah ,”bubar – jalan”, maka semua prajurit segera kembali ke barak mereka untuk beristirahat.

Namun begitu setiap malam selalu ada prajurit yang kebagian tugas untuk jaga malam, yang diberi hak untuk melarang seorang prajurit untuk keluar dari barak pada waktu istirahat malam, bagi para prajurit jaga tidak boleh tertidur saat bertugas. Bagian lain yang harus selalu dalam keadaan siaga adalah bagian perawatan, baik itu medis ataupun untuk perlengkapan namun ada kalanya seorang komandan memberikan kelonggaran agar mereka juga dapat beristirahat, dan ini hanya terjadi pada masa damai.

Pada malam libur semua prajurit diberikan hak untuk dapat tidur satu jam lebih lambat dari yang biasa, dalam liburan juga mereka dapat melakukan banyak hal seperti pergi menonton film di bioskop, atau ada juga yang menghabiskan waktunya untuk menulis surat kepada keluarga atau orang yang dikasihinya, karena hanya dengan bersurat maka mereka dapat bertemu keluarga, bertukar cerita serta menceritakan apa yang mereka rasakan selama mengikuti wajib militer.

Seminggu sekali mereka diberikan libur keluar barak ,namun harus kembali pada malam hari untuk kembali mengerjakan tugasnya, setiap meninggalkan barak maka mereka harus memberikan keterangan kepada petugas piket tujuan mereka serta jam berapa mereka akan kembali, serta pergi dengan siapa, namun kesemua ini hanya diberikan di hari-hari besar seperti perayaan suatu keagamaan atau ada kejadian yang sangat spesial.

Adalah larangan untuk para prajurit wajib militer membawa minuman keras kedalam barak, jika seorang prajurit kedapatan mabuk atau menggunakan obat-obatan maka dia akan segera dikelurkan serta mendapatkan penahanan atas apa yang dilakukan oleh wajib militer tersebut, lamanya hukuman tergantung pada tingkatan kesalahan yang mereka perbuat.

Comments»

1. sundoroagung - May 20, 2008

Sdavstvuice…
Dari pengamatan kami di Kazan, memang pada hari libur sering menjumpai anggota militer yang sedang pesiar. Tetapi tidak seperti yang kita bayangkan (gagah dan sangar). Mereka memang berpakaian dinas, dengan pemakaian topi tidak pernah benar (miring-miring), apalagi pakaian dinas lapangan…tidak ada yang keren. Pernah kami jumpai tentara mabuk dijalan berdua, ketemu sama temannya tidak ada yang peduli sama yang mabuk. Jadi sebagai anggota TNI kita harus lebih bangga, karena kita tidak kalah dengan tentara Rusia, baik sikap, perilaku maupun penampilan. Yang penting kita tingkatkan kemampuan sebagai seorang prajurit!
Udaci…paka

2. effy - May 21, 2008

pravilno sto vi skajali, bahkan saya pernah bertemu seorang prajurit rusia yang menawarkan topinya untuk dibeli wah…wah…kok bisa ya? ,sulit untuk dikatakan rasa haru dan rasa bangga kami pada anda dan kawan-kawan yang akhirnya jadi juga menimba ilmu di negeri beruang merah, saran saya manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mencari pengetahuan dan pengalaman sebagai oleh-oleh pada kesatuan, almamater dan negara kita tercinta….mii lyubim Indonesia. do vstreci.

3. Anton H Biantoro - May 21, 2008

Pertama kali saya bertugas bersama-sama Perwira AB Rusia adalah pada tahun 1978 di gurun Sinai, saat itu masih era Perang Dingin. Salah satu tugas rutin dari Indonesian Battalion (INDBATT) adalah mengamankan para perwira observer (UNMO) dalam melaksanakan Border Patrol yaitu patroli disepanjang garis batas Buffer Zone (Zona Penyanggah)dengan menggunakan helikopter. Pilot Heli adalah para penerbang dari Australia (AUSAIR) yang terkadang suka gila-gilaan di udara. Konon pada salah satu patroli saya mengawal dua orang observer, yang satu seorang Mayor AD AS dan yang lain Mayor AD Rusia. Sebelum berangkat kedua orang tersebut berkoordinasi tentang route patroli, namun koordinasi tidak berjalan mulus karena selain masing-masing bersikeras dengan pendapatnya ditambah si Rusia kurang baik bahasa Inggrisnya. Selanjutnya secara bergantian dan masing-masing dengan “gaya komandan”, mereka memberi instruksi kepada si Kapten penerbang Australia, yang tentu saja membuat si Kapten bingung dan heran atas sikap tidak profesional dari kedua observer tersebut. Walau akhirnya saya lihat si Kapten dengan tegas mengatakan “Yes, Sir” kepada keduanya, namun dia nampak melempar senyum aneh kepada Co Pilot-nya yang berpangkat Letnan. Selanjutnya kami semua masuk pesawat, si Amerika duduk dekat jendela kanan, si Rusia di dekat jendela kiri, saya duduk diantara mereka berdua, beberapa anggota saya menduduki sisa tempat yang ada. Take off, mula-mula terbangnya sopan sekali, namun itu hanya satu menit, dan setelah itu helly terbang seperti setan, menelusuri rangkaian celah-celah bukit dan lembah. Perut memang terasa seperti dikocok-kocok, kedua observer mencoba untuk protes, namun si Pilot dan Co Pilot pura-pura tidak dengar karena memang penumpang tidak diberi head set. Hanya lima menit, si Amerika langsung muntah-muntah mabok berat, si Rusia coba bertahan dengan wajah pucat dan berkeringat, namun hanya unggul dua menit sebelum akhirnya memasukkan kepalanya ke dalam kantong muntah! Boro-boro membaca peta, mencocokkan Check Point dan menghitung barel, petanya saja sudah terlempar ke mana-mana. Untung si pengawal sudah beberapa kali ikut patroli serupa, maka dia yang mengambil alih tugas dua perwira negara Adhi Kuasa yang sedang perang dingin itu. Tiga prajurit saya semua teler, tetapi hanya satu yang muntah. Patroli selesai, kembali ke Base Camp, saya pikir para observer bakal ngamuk, ternyata tidak. Mereka langsung ngeloyor ke mobil masing-masing tanpa sempat basa-basi, loyo seperti kertas basah. Sama sekali berbeda dengan gaya mereka sebelum berangkat. Si Kapten Pilot cukup surprise melihat Letnan Indonesia, bukannya mabok malah mengerjakan tugas si observer. He he he ….dia tidak tahu, bahwa kawan-kawan saya Pilot Penerbad lebih gila dari mereka, tetapi gilanya bukan untuk bikin kapok penumpang, melainkan seringkali untuk menolong atau menyelamatkan kawan-kawan yang terjebak di daerah musuh. Setahun sebelumnya saya sering bertugas bersama mereka. Saya selalu ingat jasa mereka, dan beberapa diantaranya telah gugur dalam tugas! Viva Penerbad !

4. effy - May 22, 2008

Spasiba Kabadan atas berbagi pengalamannya, dan banyak lagi pengalaman teman-teman yang tertinggal (hallo…..Mayor Basuki …kami tunggu kabar anda dari Lebanon dan Kapten Andi dari Congo) yang mana semuanya semakin membuktikan bahwa tidak perlu ada keraguan untuk dapatnya pimpinan mengirim anggota TNI untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan internasional, karena mereka memang dapat diandalkan dan sungguh membanggakan ……Syaluuuut.
Bangkitlah para pemudaku, pahlawanku , bangsaku untukmu INDONESIA. nashya lyubimaya Indonejia……vse dlya tyebye.

5. yubithea - May 22, 2008

Ijin Kabadan,
Setelah saya membaca cerita dari Kabadan, rasanya saya faham mengapa para personel dari Indonesia hanya satu yang tumbang sedang yang lainnya hanya keleyengan dan bahkan ada yg membantu. Mungkin mereka sudah terbiasa dengan medan di Indonesia yag jalannya berlubang-lubah. Orang sunda bilang jalanan di Indonesia “garinjul”, so dah tahan banting. Selain itu mungkin tentara Idonesia mendapat pelatihan yang lebih intensif dan lebih keras dibandingkan dengan mereka, sehingga lebih kuat fisiknya.

Sungguh suatu pengalaman yang berharga. Saya juga salut dengan cara jitu para penerbang Australia dalam memberikan pelajaran pada perwira dari Rusia itu. Tidak dengan otot tetapi dengan otak. Lebih mengena dan tidak menimbulkan rasa dendam. Patut ditiru. Salut

Salam Hormat

^___^

toe-tea

6. gun - April 18, 2009

saya penggemar berat TNI di malang jawa timur khususnya di yonkav 3 singosari…..?

7. Rully - June 3, 2010

Jayalah TENTARA Q demi harumnya Tanah Air Indonesia Raya….!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: